ranze on me |
CIntaku --> 100% untuk Allah SWT 99% untuk Nabi Muhammad SAW 98% untuk Orang Tuaku 97% untuk Kakak & adekku 96% untuk Kakek & Nenekku yang di surga 95% untuk sahabat2ku 94% untuk kota tercinta "Situbondo" daaaaan sepenuh hati untuk dia yang tertulis di Lauhul Mahfudzku (Insya'Allah menjadi calon suamiku) :D |
Setiap orang mempunyai mimpi. Karena dengan bermimpi kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Seperti mimpiku ini. Sama seperti kebanyakan mahasiswa di Indonesia. Aku ingin mendapatkan IP yang bagus, skripsi lancar tanpa hambatan, lulus dan membanggakan orang tua. Tidak hanya itu, aku juga ingin segera mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah. Mendapatkan uang dari hasil keringatku sendiri. Dengan begitu aku bisa membalas budi orang tua yang telah menyekolahkanku dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Aku masih punya satu mimpi lagi. Aku ingin keluar negeri, meneruskan kuliah di luar negeri. Merasakan negeri orang yang selama ini hanya aku lihat di tv ataupun internet.
Aku juga ingin, suatu hari aku bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini. Aku ingin menjadi jujur. Jujur atas perasaanku selama ini. Jujur pada seseorang yang sebenarnya bisa mengisi hari-hariku dengan tawa, sementara orang yang kunanti hanya memberiku tangisan. Jujur padanya, mungkin reaksinya akan sama dengan reaksi yang berikan pada orang itu. Tapi andai dia tau. Aku menekan perasaan ini kuat-kuat. Aku menyembunyikannya dengan rapi. Aku memasang wajah yang bersahabat sementara tak bisa kupungkiri setiap hari harapanku membuncah. Aku mungkin bisa mengabaikan keinginanku, namun harapan yang tersembunyi ini tak kunjung hilang. Melihatmu melalui sudut mataku, namun kenyataannya aku ingin melihatmu jelas-jelas.
Seperti pungguk merindukan bulan. Melihatmu tanpa tertutup awan saja pastilah membuatku bahagia. Seperti melihat bintang jatuh, doa ini selalu kupanjatkan. Meski aku tau tak ada gunanya. Seperti bintang kejora yang menampakkan kilaunya yang paling terang, dirimu adalah orang yang tak mampu kuungkapkan dengan kata-kata betapa berharganya dirimu. Seperti kembang api yang menerangi langit, engkau begitu menerangi hari-hariku.
Aku merindukan saat dimana kita bisa bersama tanpa ada beban. Ternyata benar kata pepatah, momen indah itu terasa sangat singkat, bahkan jika terulang pun rasanya tak akan sama. Sementara penderitaan seakan berabad-abad. Mungkin ini bentuk kasih sayang Allah. Jangan terlalu berharap pada manusia.
Kenapa engkau begitu berarti. Semakin hari aku semakin sulit, berfikir bahwa hubungan kita ini semakin rumit. Yang aku inginkan darimu, namun pikiranku selalu melarangnya. Hatiku masih mengalah dengan egoku.
It’s sad when you realize you aren’t as important to someone, as you thought you were.
Semoga waktu semakin cepat berlalu, seiring dengan perasaanku yang tak akan pernah tersampaikan ini. Aku akan merelakan dirimu. Menghilangkan sinarmu yang terang hingga menjadi redup, walaupun dengan itu aku harus melewati waktu yang lama.
Halo, namaku yaumi. Umur sekitar 21 dan menuju 22 pada oktober nanti. Status? Umh, bagaimana ya menjelaskannya? Oke aku jujur, aku masih single dan belum pernah pacaran. Cupu ya? Awalnya aku berpikiran seperti itu. Rasanya ingin sekali mempunyai seseorang yang kata orang pacaran sih adalah orang yang selalu ada buat kita. Seseorang yang bisa membuat hatimu berbunga-bunga. Tapi seiring berjalannya waktu, aku merasa Allah sangat sayang padaku. Karena bagaimanapun juga pacaran itu tidak ada di dalam agama Islam. Bukannya aku tidak mau pacaran, karena nyatanya ada temanku sendiri yang berkoar-koar kalau pacaran itu dosa, eh ternyata dia pacaran juga. Ah munafiknya. Maka dari itu kalau ada orang bertanya padaku mengapa tidak berpacaran, aku bilang saja belum ada yang sreg. Aku nggak pernah mau ngomong kalau aku nggak mau pacaran karena dosa.
Mempunyai seseorang yang membuat hatimu berbunga-bunga? Tentu aku punya. Seseorang yang selama 3 tahun lebih kusembunyikan di dalam hatiku. Seseorang yang tidak sempurna, namun berhasil mencuri hatiku. Seseorang yang wajahnya tidak bisa disamakan dengan aktor korea seperti hyun bin, namun wajahnya selalu hadir dihari-hariku. Seseorang yang selalu bersedia saat aku meminta tolong (bukan modus lho ya). Seseorang yang selalu membuatku tertawa saat melihat isi percakapan kita. Ternyata benar, lelaki lucu itu sangat bisa membuat kita jatuh cinta. Seperti dia.
Selama 3 tahun ini, aku tidak hanya selalu diam. Pernah aku nekat, entah keberanian dari mana, saat dia ulang tahun aku memberinya sebuah kado. Lalu aku sisipkan kata yang menyiratkan bahwa hanya dia lelaki yang aku lihat. You are always in my eye. Namun tak ada tanggapan darinya. Hingga beberapa minggu kemudian, dia menelpon. Ternyata kadonya hilang. Dia menelpon karena merasa tidak enak kadonya hilang. Lalu aku bilang tidak apa-apa. Karena nggak mungkin aku marah padanya. Sudah hilang, aku bisa apa? Sejak saat itu aku berfikir, kado hilang itu pertanda apa? Apa itu merupakan pertanda kalau aku memang bukan untuk dia? Ah, padahal masih kuingat jelas toko tempat aku membeli kado itu. Dia juga sempat bercerita bahwa dia sangat suka memakai pemberianku itu saat bermain futsal. Setiap bermain futsal, pasti dia memakainya. Mendengar kata-kata itu, aku mengelus dada. Subhanallah, betapa dia bahagia memakainya. Aku ingin sekali melihatnya bermain futsal mengenakan kado pemberianku itu. Pas dibadannya atau kebesaran? Atau bahkan kekecilan?
Baju itu, aku menyesal karena tidak mendokumentasikannya. Setiap aku melewati toko itu, aku pasti akan berhenti sebentar untuk mengingat saat aku membeli kado untuknya. Aku sampai-sampai mengukur baju itu dengan mas pegawai toko itu. Sebenarnya aku ingin memberinya baju bola yang Juventus, karena aku tau itu klub bola kesayangannya. Tapi terbentur harga, ya namanya juga realita. Kalau soal harga memang sangat berpengaruh. Kado itu juga mengingatkanku, sesaat setelah mengirimkannya aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi saat mendengarkan Prof Soedjarwo mengajar. Yap, saat praktikum Farmakologi dan toksikologi, aku hanya fokus memikirkan kado itu. Betapa cerobohnya ya.
(Source: revoltagainstreality, via ffffood)
Do you ever feel, when someone became so lifeless, unhappy, shocked, she even doesn’t want to have no memory about you. She smiled but she hold her tears so hard, she laughed but her heart was hurt deeply, she spoke but his eyes just like, sorry I can’t describe it.
Knowing you,then become love you, but you love someone else :’(
Henry Rollins (via cybergirlfriend)
(Source: itwassilentinthewoods, via inmyskin)
7 Habits of Highly Effective Muslim Husbands - to be published on Islamographic.com
Insya’Allah ya suamiku,kamu belajar masak juga yaaaa #suamisopooo
(via lightscameracapture)
(Source: icanread)
Ganbatte!
(Source: icanread)

Browse photos from the race through the official #Indy500orBust hashtag or by visiting the ...
💔
Being an internet know-it-all may cause long term emotional damage in puppies. Please, think of the puppies.